Berita


Kejutan Tira Persikabo di Putaran Pertama Liga 1 Indonesia

04 Sep 2019
Kejutan Tira Persikabo di Putaran Pertama Liga 1 Indonesia

Tira Persikabo

liga1-indonesia.com - Bukan Persija Jakarta, Persib Bandung, Madura United, atau Persebaya Surabaya yang berlomba ketat di puncak klasemen Shopee Liga 1 2019. Hingga pertandingan ke-17 di persaingan papan atas sepak bola nasional, sang penantang puncak klasemen merupakan Tira Persikabo.

Fakta ini jelas-jelas mementalkan seluruh prediksi banyak pihak. Tira Persikabo yang tadinya diperkirakan bakal tampil biasa-biasa saja, ternyata justeru menjadi kesebelasan yang menyodok ke papan atas.

Tak hanya itu, kesebelasan didikan Rahmad Darmawan tersebut telah mengukir daftar luar biasa pada putaran pertama. Di antaranya, sampai laga ke-17, bersama Bali United, adalah tim yang hanya mengalami dua kekalahan. Lalu, bareng Bali United pula, Tira Persikabo menjadi tim yang mempunyai surplus 16 gol.

Meski memiliki rekor yang baik, Tira Persikabo sempat menampilkan statistik ironis. Ketika melawat ke kandang Persela Lamongan pada pekan ke-16, mereka takluk 1-6! Perlu diketahui, tersebut adalah kekalahan terbanyak (dalam satu laga, red) salah satu semua kontestan Shopee Liga 1 Indonesia 2019 sepanjang putaran kesatu.

Menilik perjalanan panjang Tira Persikabo sepanjang musim ini, bahwasannya tak terdapat yang istimewa dengan kesebelasan ini. Dari pelajaran pemain, mereka tak mempunyai materi semewah Bali United atau Arema FC.

Mereka pun tak melakoni persiapan yang panjang. Tim ini masih menjaga materi-materi lokal musim lalu. Sebut saja Manahati Lestusen, Abduh Lestaluhu, dan Wawan Febrianto. Lalu mereka menyebabkan pemain asing anyar sekelas Parfait Luis Essengue, Ciro Alves Ferreira, dan Loris Arnaud. Dari ketiga pemain asing tersebut, melulu Arnauld yang pernah menikmati kultur sepak bola Indonesia. Dua nama yang beda adalah pendatang baru.

Harus diakui, sentuhan teknis dari Rahmad Darmawan memang menjadi di antara penyebab yang menciptakan tim ini mengejutkan. Tangan dingin pelatih asal Lampung ini, telah menciptakan potensi mayoritas pemainpulang terangkat.

Manahati contohnya. Pemain yang pulang dipanggil timnas senior tersebut tampil lebih dingin, tenang dan berkelas. Kemudian Wawan lebih percaya diri dan produktif. Begitu pun dengan performa pemain asing laksana Ciro Alves dan Parfait Luis.

Di luar teknis, terdapat hal beda yang benar-benar diacuhkan Rahmad Darmawan. Itu terdapat pada psikologis pemain. “ Pada mula musim, saya menyaksikan sisi emosional menjadi salah satu permasalahan serius di kesebelasan ini. Itu yang mesti segera dibenahi,” jelas Rahmad yang pernah mengantongi gelar juara di kasta tertinggi bareng Persipura Jayapura dan Sriwijaya FC ini.

Lebih lanjut, Rahmad menjelaskan, sentuhan emosi pemain mesti lebih diperhatikan, usai meneliti hasil membuat kecewa selama tampil di Piala Presiden 2019 lalu. Saat itu, melawan Persebaya, Manahati dkk tampil jeblok dan emosional.

“Setelah pertandingan itu, saya tekankan pada manajemen dan pemain. Target anda tidaklah terlampau tinggi di Liga 1. Kami melulu ingin kesebelasan ini dapat menyabet kesebelasan fair play pada akhir musim,” beber Rahmad.

Tak dinyana, evolusi target tersebut malah menciptakan para pemain tampil lebih maksimal. Jauh lebih bagus dari ekspetasi yang diharapkan. Bukan melulu level emosional pemain yang jauh lebih dingin, namun pun performa kesebelasan meningkat.

Alhasil, statistik terbilang memuaskan. Sampai dengan laga ke-16, jumlah shots on target yang diciptakan Tira Persikabo menjangkau 75 tembakan. Lalu, shoots of target menjangkau 87 tembakan. Artinya,kesebelasan ini lihai menciptakan peluang.

Lalu, kenapa dapat kebobolan enam gol ketika melawan Persela? Harus diakui, saat melawan Persela, sejumlah pemain inti tak dapat diturunkan. Manahati Lestusen, Awan Seto, dan Osas Saha mesti absen sebab dipanggil timnas. Hal tersebut membuat ekuilibrium Tira Persikabo, berubah drastis. Di sisi lain, Persela paling jeli menyaksikan situasi itu.

Untungnya selepas laga kontra Persela, Tira Persikabo bangkit. Pada laga ke-17, mereka menorehkan hasil imbang 2-2 ketika menjamu Borneo FC.

Benar, tersebut hasil yang tak memuaskan sebab berstatuskan tuan rumah. Tapi minimal trauma kekalahan telak tak terjadi lagi.

Terlepas dari tersebut semua, terdapat pesan urgen yang diperoleh Tira Persikabo. Ketika skuat intitidak sedikit yang absen, ternyata kekuatan kesebelasan menjadi timpang. Apa juga alasannya, ini yang mesti diwaspadai. Ingat, bukankah ke depannya masih tidak sedikit agenda timnas yang dapat jadi tetap memerlukan pemain-pemain dari Tira Persikabo?

Sebagai pelatih dengan sarat empiris di kasta tertinggi sepak bola nasional, RD pasti mengetahui soal ini.